Chandra Ekajaya Bicara Kebangsaan

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa kesadaran ini pada dasarnya ada dan bermain-main dalam diri dan pikiran semua elemen bangsa tercinta Indonesia paling tidak sampai tulisan ini mengemuka. Namun tidak cukup hanya dengan kesadaran tanpa aksi nyata, diperlukan langkah cepat dan tepat dalam mengambil sikap yang bijak dan realistis, unjuk aksi yang terukur dan berdampak secara sistemik.

Langkah konkrit dan terukur itu secara kuat dan pasti bersifat mendesak dan harus masuk dalam bentuk regulasi, kebijakan, keputusan dan tindak lanjut nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga pada tataran terkecil dari pusat sampai di desa.

Dalam hal ini yang paling penting untuk disadari adalah komitmen dan konsistensi sebagai bang yang berbineka tunggal ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai bentuk atensi penulis berikut diuraikan opini tersebut ditinjau dari perspektif kesadaran kekinian untuk menjadi bahan renungan kita

Dok.Chandra Ekajaya

Deskripsi Keprihatinan

Chandra Ekajaya melihat bahwa pemikiran ini dapat dilihat dari beberapa aspek kehidupan berbangsa yaitu aspek budaya, ekonomi, politik, sosial dan ideologi. Pada tinjauan budaya, Negara Indonesia sebagai masyarakat berdaulat di satu sisi memiliki kekuatan multinasional dalam menyatakan dirinya sebagai bagian dari masyarakat internasional namun pada sisi yang lain perangkat kenegaraan kita terbelenggu dalam pergolakan dunia yang membawa dan menganut kecenderungan pragmatis melalui pola pikir globalisasi yang identik dengan kompetisi, konsep berpikir demokratis yang identik dengan indikator partisipasi, dan revolusi informasi yang akrab dengan kecenderungan teknologi informasi.

Chandra Ekajaya juga menyoroti aspek ekonomi. Sudah sangat terlihat betapa negeri ini sulit berbuat banyak, ada beberapa indikator yang memastikan bahwa layak dipikirkan antara lain; utang luar negeri yang nyaris berada pada angka 5.000 triliun hingga tahun 2017, potensi ekonomi nasional yang nyaris dikuasai oleh pelaku ekonomi internasional yang sudah pasti menguntungkan pengusaha non Indonesia, membawa dampak sosial yang turun temurun, dan membelenggu kreatifitas anak negeri melalui persaingan tenaga kerja yang sangat terbuka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*