Chandra Ekajaya dan Sampah Plastik

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Kucuran keringat dan rasa malu menjadi pemulung tak dihiraukan oleh Chandra Ekajaya, karena keyakinan untuk meraih sukses. Sampah-sampah plastik itulah yang menginspirasinya untuk membuka usaha pada 2001. Pada awal memulai usaha Chandra Ekajaya berpikiran, jika dibandingkan harga gabah yang saat itu Rp600 per kg, harga limbah plastik di tingkat pengepul sudah mencapai Rp1.000 per kg.

“Melihat perbandingan harganya yang begitu besar, saat itu saya yakin bisnis ini akan menghasilkan potensi besar. Dan perlu diingat, untuk menjalankannya bisnis ini tidak memerlukan modal sama sekali. Hanya dengan catatan, buang jauh-jauh perasaan malu,” tandas Chandra Ekajaya. Dibarengi kerja keras dan tak kenal lelah, usahanya makin maju. Hingga suatu hari ada surat kabar nasional memberitakan sosok Chandra Ekajaya sebagai pengusaha sukses yang berangkat dari pemulung sampah plastik.

Dok.Chandra Ekajaya

“Mereka membeli produk saya untuk berbagai keperluan seperti bahan baku pembuatan tali plastik, tali rafia, helm, alat-alat rumah tangga, dan lainnya,” tutur Chandra Ekajaya. Keyakinan Chandra Ekajaya menggeluti bisnis pengolahan sampah plastik semakin kuat karena keinginannya untuk menjadi orang kaya.  Dengan modal tersebut, akhirnya Chandra Ekajaya menjadi seorang pengepul plastik. Kini, setelah lebih dari 20 tahun menjalankan usaha limbah plastik, Chandra Ekajaya menyerahkan kepada orang-orang kepercayaannya untuk mengelola.

Selain itu, dia juga mendirikan pabrik pengolahan biji plastik di kawasan malang Jawa Timur. “Hasil produksi di beberapa daerah tersebut semua dikirim ke Malang,” katanya. Banyaknya cabang itu sampai membuat Chandra Ekajaya tak tahu persis berapa jumlah seluruh karyawannya. Tidak ketinggalan, Chandra Ekajaya melibatkan sang istri yang juga teman satu almamaternya ikut berperan dalam memajukan usaha limbah plastik. Untuk saat ini usaha daur ulang Chandra Ekajaya telah menggaet beberapa UKM dan Koperasi untuk mempermudah jalur distribusi bahan baku dan pemasaran dari biji plastik tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*