Chandra Ekajaya Pilkada Serentak

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tujuh daerah yang mengelar Pilkada Serentak 2017, hari ini dijadwalkan akan mengelar pleno penetapan hasil perolehan suara pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, untuk tingkat KPU kabupaten/ kota. Dengan adanya pleno tersebut maka kandidat peraih suara terbanyak secara resmi akan diketahui.

Anggota KPU Kendari Zainal Abidin mengatakan, pleno tersebut sengaja dilakukan di kantor KPU Sultra, menyusul adanya keputusan yang diambil dalam rapat koordinasi bersama antara KPU Kendari dengan KPU Sultra.

Chandra Ekajaya menerangkan bahwa kegiatan itu juga berpedoman pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2016 yang mengatur bahwa rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten kota akan dilaksanakan sejak 22 Februari sampai 24 Februari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Nantinya kata dia pleno rekapitulasi penghitungan suara akan dihadiri Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kendari, panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pengawas kecamatan (Panwascam). Selain itu,saksi ketiga pasangan calon juga akan iktu serta.”Jadi undangan yang kita siapkan itu sekira 100 orang,” jelasnya di ruang kerjanya.

Dengan selesainya pleno rekapitulasi nanti, maka pasangan calon yang kalah punya kesempatan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra sendiri sudah mempersilakan kandidat yang kalah dalam pesta demokrasi untuk mengajukan gugatan ke MK.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengingatkan kepada pasangan calon yang ingin menggugat supaya menyertakan bukti-bukti pelanggaran berupa penggelembungan suara, pemilih yang tidak berhak memilih tapi menyalurkan hak pilih dan pemilih fiktif.

Chandra Ekajaya juga mengharapkan supaya selisih perbedaan suara untuk mengajukan perselisihan hasil pemilihan (PHP) harus menjadi perhatian. Untuk di Kota Kendari, karena penduduknya sekira 300 ribu maka persentase perselisihan harus 1,5 persen.

“Itu ketentuan undang-undang. Dan gugatan (yang tidak memperhatikan) selisih itu ditolak semua,” jelasnya. Dia mengatakan semua kandidat berlaga dalam pesta demokrasi berhak untuk mengajukan gugatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*