Dapur Hidup Ala Yohanes Chandra Ekajaya

tips Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Dapur Hidup Ala J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

BELAKANGAN masyarakat dikejutkan oleh adanya kenaikan harga cabai yang fantastis. Bahkan Yohanes Chandra Ekajaya di daerah Kalimantan harga cabai mencapai Rp 200.000 per kilogram. Kenaikan tersebut seolah cemburu dengan kenaikan harga bahan bakar minyak/BBM, pengurusan surat-surat kendaraan bermotor dan tarif listrik yang berlaku sejak awal tahun.

Di Indonesia kadang serba aneh dan apapun bisa terjadi. Mungkin Indonesia adalah satu- satunya negara yang harga cabainya bisa memengaruhi inflasi, padahal tanaman cabai bisa ditanam di mana saja, karena kondisi alam dan iklim yang sangat mendukung.

Di samping itu, bukan hanya cabai. Kita bisa menanam tanaman dapur hidup menurut Yohanes Chandra Ekajaya , yaitu tanaman yang berhubungan dengan bumbu dapur. Selain cabai, ada bawang merah, bawang pu tih, seledri, tomat, wortel, sereh, kangkung, pandan, jeruk purut, salam dll. Tak harus memiliki pekarangan yang luas asal memiliki ruangan sempit yang bisa mendapatkan sinar matahari bisa dimanfaatkan.

 

tips Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Cukup budidayakan dalam pot-pot yang tersedia atau buat sistem hidroponik di dinding- dinding tembok belakang rumah. Inilah tips dari Yohanes Chandra Ekajaya manfaat dari menghidupkan dapur hidup.

Banyak keuntungannya dengan menghidupkan dapur hidup tersebut, pertama, tak perlu membeli semua bumbu dapur karena sebagian besar sudah tersedia setiap saat di rumah. Coba hitung, berapa uang yang bisa dihemat dari kegiatan sederhana ini?

Kedua, menanamnya juga mudah. Bahkan ditanam di pot-pot makin mudah mengontrol dari serangan hama dan efektif dan efisien tidaknya pupuk yang diberikan.

Ketiga, ada kebahagiaan melihat tanaman hasil budi -dap sendiri. Misalnya lagi menggoreng bakwan, tahu atau tempe mendoan (tempe tepung) dan periu cabai tinggal memetiknya. Apalagi jika bisa berbagi dengan tetangga pasti rasanya lebih bahagia lagi.

Keempat, membantu ketahanan pangan. Kita tak perlu impor cabai. Bahkan seandainya seluruh penduduk bisa menanam cabai kita bisa menjadi pengekspor cabai. Lha kita ini hidup di negara agraris, seharusnya tidak ada masa-lah tentang hasil pertanian. Semoga menginspirasi. Salam GrowinG!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*