Daun Kering Inovasi Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya inovasi daun kering

Siapa yang menyangka bahwa daun kering dapat memberi penghidupan kepada Chandra Ekajaya. Selama ini yang kita tahu daun kering hanya dapat diolah menjadi pupuk kompos dan beberapa ada yang dapat dibuat sebagai jamu. Tetapi dalam memproduksi kompos tentunya membutuhkan waktu yang lama dan modal yang lumayan untuk lahan yang digunakan. Berbeda dengan Chandra Ekajaya, pemuda kelahiran Malang sekitar 30 tahun yang lalu ini ternyata dapat menyulap sebuah daun kering menjadi sebuah barang yang nilainya lebih tinggi tanpa harus merubah tekstur dan bentuk aslinya.

Berawal dari niatannya ketika ingin membantu ibunya mencari tambahan penghasilan bagi keluarganya, Chandra Ekajaya yang merupakan lulusan Universitas Brawijaya ini melihat sebuah peluang besar yang jarang dilirik dan banyak orang tidak sadar. Ide ini muncul ketika ia masih kuliah sekitar lima tahun yang lalu, saat itu Chandra Ekajaya yang sedang nongkrong di taman lingkungan kampusnya melihat banyak daun kering yang berserakan disana. Dengan sisi kreatif yang ada pada diri Chandra Ekajaya, ia langsung berfikir bagaimana caranya mengolah sampah daun kering yang biasanya dianggap sampah dapat menghasilkan bagi dirinya.

Chandra Ekajaya inovasi daun kering

Selepas pulang dari kampus Chandra Ekajaya lalu mengumpulkan daun kering kering sepanjang perjalanannya dari kampus kerumah. “Saat itu terkumpul hampir 2 kantong plastik besar,” kata Chandra Ekajaya.Setelah sampainya di rumah Chandra Ekajaya lalu mulai menyortir daun-daun yang ada di dalam plastik tersebut. Ia mulai memisahkan daun kering sesuai dengan ukuran dan kondisi daun yang ia dapat. Setelah ia menyortir daun yang ia kumpulkan tadi lalu ia mengambil beberapa benda yang ada di dalam kamarnya seperti pigura, tempat tisu, kotak pensil dan undangan pernikahan milik temannya.

Mulai dari situlah tangan terampil dan ide cemerlang Chandra Ekajaya mulai bermain. Pertama ia mengambil sebuah pigura yang ada di kamarnya tadi dan mulai mengambil beberapa lembar daun yang ia ambil di jalan tadi. Chandra Ekajaya mulai menata daun-daun yang ia sortir tadi di permukaan pigura miliknya. Sedikit demi sedikit ia mulai menempelkannya dengan sebuah lem. Tanpa disangka pigura yang awalnya hanya sebuah kotak polos berubah lebih unik dengan motif daun kering itu. Selesai dengan piguranya, Chandra Ekajaya mulai mengambil benda yang lain dan menghiasnya satu persatu dengan kreasi yang berbeda juga.

Chandra Ekajaya inovasi daun kering

Dari hasil karya tangannya itu Chandra Ekajaya mulai membuat beberapa hiasan maupun perlengkapan keseharian dan menghiasnya dengan daun. Sedikit demi sedikit ia tawarkan kepada teman-temannya di kampus, memang tak ada yang mudah dalam memulai sesuatu. Hal itulah yang dialami oleh Chandra Ekajaya. Lalu pada tahun 2007 ketika itu, Chandra ditawari untuk mengikuti program pameran UMKM di daerahnya. Tanpa disangka-sangka ternyata kreasi dari Chandra Ekajaya ini mempunyai banyak peminat. Dari situlah awal mula kebangkitan usaha kreasi Chandra Ekajaya. Untuk saat ini hasil karyanya sudah dipasarkan ke beberapa kota dan bahkan sampai ke beberapa negara melalui beberapa situs jual-beli luar negeri. Omset yang didapatkan olehnya per bualn pun tidak main-main, yaitu mencapai 200 juta per bulannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*