Pengusaha Senang Urus Izin Bupati Bantul Suharsono Makin Praktis

Bupati Bantul Suharsono

Pemerintah Kabupaten Bantul sukses mendapatkan penghargaan Parasamya Pumakarya Nugraha sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik. Warga Bantul yang ditemui Trihun merasakan bahwa pelayanan birokrasi di Bantul makin membaik. Ari Prabowo warga Geneng, Pangguhaijo Sewon, Bantul ini melihat upaya perombakan kinerja Pemkab Bantul semenjak dipegang Bupati Suharsono. “Memang awalnya pelan-pelan, tapi lama-lama pembahan itu sangat terasa.” kata Ari. Salah satu wujud nyata perubahan adalah perbaikan sistem birokrasi. Ari Prabowo yang punya usaha industri kreatif senang karena mulai merasakan perubahan. Seperti baru-baru ini ketika dirinya mengurus izin reklame dan Izin perusahaan yang benar-benar lebih praktis dan efisien. Humas DPD REI (Real Esta-te Indonesia) Yogyakarta. Ilham Muhammad Nur juga mengakui kemudahan mengurus perizinan di Bantul. Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) misalnya, sekarang cukup 14 hari.

Pada Selasa (25/4) kemarin. Bupati Bantul Suharsono menerima sertifikat penghargaan tersebut di acara peringatan hari Otonomi Daerah (Otda) yang dipusatkan di Sidoaijo Jawa Timur. Namun, pada kesempatan kemarin. Presiden Joko Widodo berlialangan hadir. Suharsono kepada Tribiun Jogja melalui sambungan telepon mengatakan, pada awal bulan Mei 2017. Presiden Jokowi akan secara langsung memberikan penghargaan karena penghargaan harus diserahkan secara langsung oleh pemimpin tertinggi di negara ini. “Acara betjalan lancar, namun Presiden berhalangan. Jadi tadi baru sertifikat saja, awal bulan Mei akan diserahkan oleh Presiden langsung di Istana.” ujar Bupati Periode 2016-2021 ini Selasa (25/4) sore kemarin.

Presiden Jokowi kemarin berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik. Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Diketahui. Presiden pada hari ini ada kunjungan kerja ke Bekasi dan Purwakarta. Penyelenggaraan acara hari Otda ke 21 kemarin di Sido-aijo adalah kali kedua, acara digelar di luar Istana. Dirnana tahun lalu. Hari Otda digelar di Kabupaten yang berada di paling barat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Kulonprogo. Untuk tingkat kabupaten. Bantul adalah satu diantara 10 kabupaten yang memperoleh penghargaan dari 416 kabupaten di seluruh Indonesia.

Parasamya Pumakarya Nugraha adalah penghargaan tertinggi di dalam tataran reformasi birokrasi. Medikat ini akan diberikan pada Pemda yang masuk tiga kali berturut-turut masuk sepuluh besar terbaik, sehingga tidak mudah. “Secara keseluruhan sama, penilaian Bantul baik, baik tentang kincija. kebijakan. keuangan.dan akuntabilitas.” ujar Suharsono. Suharsono bertekad prestasi yang sudah didapatkan ini bisa terus dijaga dan diperta-hankan. Dia juga mengatakan target pemerintahannya selanjutnya adalah mendapatkan nilai tertinggi dalam hal akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan dari Kemente-rian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB).

Dok.Chandra Ekajaya

Keterbukaan

Ketua Masyarakat Transparansi Bantul (MTB). Irwan Suryono. mengapresiasi atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Bantul. Menurutnya ini tidak lepas dari manajerial yang diterapkan oleh Bupati Suharsono sejak dilantik pada Februari 2016 yang lalu dengan meningkatkan pelayanan dan keterbukaan informasi seluas-luasnya.

Penghargaan disebut menjadi bukti atas keberhasilan dalam menerapkan akuntabilitas kepada publik sehingga mulai menunjukkan hasil yang gemilang. Gebrakan yang dilakukan oleh Bupati memiliki pengaruh perubahan. “Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi masyarakat Bantul atas capaian kinerja selama ini.” ujarnya kemarin. Irwan berharap penghargaan tersebut dapat menjadi modal yang berharga kede-pannya. “Harapan kami dengan perolehan penghargaan ini merupakan modal berharga bagi pemda Bantul utuk meningkatkan prestasi kerja guna mensejahterakan rakyat sehingga perubahan yang dicanangkan mendekati kenyataan. ” katanya.

Selain itu. menurut Irwan keberhasilan ini tidak lepas dari duet kepempimpinan di Bantul. Bupati dan Wakil Bupati dianggap memiliki basis yang kuat, menurut Irwan. Suharsono memiliki basis dari biro SDM dan menjadikannya memiliki kelebihan dalam manajerial birokrasi. Sementara Wakilnya Abdul Halim Muslih memilki basis politisi yang kuat sehingga secara emosional lebih dekat mendengar aspirasi rakyat. Masih Ada PR Seliya politisi PKS yang juga anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Komisi B juga mengapresiasi capaian yang diraih oleh Pemkab Bantul. “Yang dapat anugerah ini bila secara konsisten masuk 10 besar tiga tahun berturut-turut dan Bantul Alhamdulillah masuk.” ujarnya kemarin.

Namun, menurutnya meski sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Pemerintalian dibawah bupati Suharsono masih memiliki pekerjaan rumah. Seperti masalah kesejahteraan masyarakat harus lebih merata. “Meski dapat penghargaan yang menunjukkan adanya upaya peningkatan kesejahteraan oleh pemda. Namun data lain menunjukkan juga bahwa distribusi kesejahteraan tidak merata.” ujarnya. Terlebih melihat data, menurut Setiya masih ada ketimpangan dalam pemerataan kesejahteraan. “Angka gini rasio (ukuran ketimpangan) Bantul masih terbilang besar 0.39. Jadi menjadi PR Penrdajuga untuk pemerataan kesejahteraan. Tidak saja meningkatkan kesejahteraan. Harus sejahtera dan adil.” katanya, (dnh/sus/vim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*