Manggis Buah Tropis Kaya Manfaat

Manggis yang merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara itu merupakan jenis buah tropis yang kaya manfaat. Buah manggis juga mengandung vitamin C, serat, kalium, dan beberapa senyawa yang dapat meningkatlkan daya tahan tubuh. Bagian kulit yang tebal mengandung banyak antioksidan yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antijamur, antivirus, dan antioksidan. Banyaknya khasiat yang terkandung dalam kulit manggis ini dapat dimanfaatkan oleh seorang pemuda bernama Chandra Ekajaya, pemuda asal Desa Magersari, Kecamatan karangtengah, Kabupaten Kendal, ia berhasil menjadikan kulit manggis sebagai sebuah komoditas usaha. Ia adalah orang yang mempelopori pembuatan oalhan kulit manggis untuk pengobatan dengan memanfaatkan kulitnya.

Ia menuturkan bahwa olahan kulit manggis ini dapat dibuat menjadi beberapa produk yang tidak merusak kandungan di dalamnya. Ada banyak jenis olahan kulit manggis yang diproduksi olehnya, dari es krim, obat herbal, kue dan yang paling terkenal adalah Kopi Manggis. Untuk kopi manggis ini sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan kopi pada umumnya, karena tidak ada kopi sedikitpun di dalam kopi manggis ini. Hanya saja karena dari proses pembuatan dan bentuk akhirnya hampir sama dengan kopi maka ia menyebutnya dengan kopi manggis. banyak manfaat dari olahan manggis ini, akan tetapi apabila tidak bisa mengolahnya dengan tepat maka khasiat yang ada di dalamnya tidak akan berguna secara maksimal.

manggis

Proses produksi kopi manggis tergolong mudah dan tak membutuhkan waktu panjang. Cukup dengan mengiris tipis kulit manggis, kemudian dikeringkan hingga teksturnya keras. Setelah itu tumbuk hingga halus, sehingga menyerupai bubuk kopi karena berwarna hitam. Untuk pengemasannya sendiri biasanya dimasukkan kedalam sebuah plastik berukuran 250gr dengan banyak varian rasa, karena jika kopi manggis ini hanya dibuat dalam rasa original saja tentunya para penikmatnya akan bosan, jadi Chandra Ekajaya membuatnya dalam beberapa varian rasa seperti, coklat, vanila, susu, dan original itu sendiri. Untuk pendistribusiannya sendiri sementara masih belum dijual secara bebas ke pasaran. Tetapi ia menjualnya melalui sebuah warung kopi miliknya yang berada tidak jauh dari tempat pengolahannya di daerah Kendal, Jawa Tengah.

Karena itu produksi olahan kulit manggis berbentuk bubuk kopi memiliki prospek cukup baik. Selain bahan baku mudah didapat, pengolahan tergolong mudah dan tak memerlukan waktu lama. Berbagai sumber menyebutkan, kulit manggis yang telah diolah menjadi bubuk seperti kopi tidak menghilangkan berbagai kandungan zat dan senyawa yang dapat mengatasi berbagai penyakit. Justru dengan menyeduh kopi manggis, penyajian lebih mudah dan rasa pun tergolong enak. Kulit manggis menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari kulit terisolasi dari buah manggis. Senyawa xanthone memiliki kemampuan menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang menghambat proses degenerasi sel. Xanthone tidak hanya berperan sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker.

Karena itu olahan kopi manggis memiliki sangat banyak khasiat, antara lain membantu mencegah penyakit dalam yang tergolong kronis, seperti kanker, jantung, kolesterol, tekanan darah tinggi, dan mencegah penyakit sistem saraf pusat. Kopi manggis terbukti menghambat replikasi HIV, virus penyebab AIDS. Minuman itu juga dapat menghilangkan borok luka, menghentikan diare, mengatasi keracunan, meringankan peradangan usus kecil dan besar. Adapun olahan lainnya yang masih terbuat dari buah kaya manfaat ini, yaitu es krim kulit manggis. Pada awalnya, ia mengira es krim kulit manggis ini akan terasa pahit. Tapi setelah mencoba salah satu resep es krim berbahan sederhana yang kemudian ditambahkan kulit manggis yang telah dihaluskan, hasilnya cukup memuaskan. Karena rasa es krim tersebut enak dan tidak terasa pahit atau sepat.  Bahkan untuk penggemarnya sendiri sudah sangat banyak, karena ia sering kehabisan stok dan sedikit kewalahan karena memang ia membuatnya hanya dibantu oleh adik dan istrinya saja. Sedangkan pegawainya bekerja di warung kopi untuk melayani para pelanggan yang menginginkan olahan buah tropis milik Chandra Ekajaya ini.

manggis

“Es krim ini diproduksi dengan tiga variasi rasa, yaitu rasa cokelat, vanila dan stroberi. Pembuatan es krim ini mampu mengoptimalkan khasiat dan nilai ekonomis dari kulit manggis serta sebagai peluang usaha baru bagi UKM yang sedang berkembang seperti kami,” ujar nya. Kulit manggis memang telah dikenal lama dapat mengatasi berbagai penyakit.

Warung Kopi sederhana yang didirikan oleh pengusaha muda ini sudah berjalan sejak tahun 2012, akan tetapi pada saat itu ia hanya menjajakan menu yang wajar dijual warung kopi pada umumnya. Sebenarnya tanpa inovasi yang dilakukan olehnya ini sudah banyak yang datang tiap harinya untuk sekedar mengobrol atau mendiskusikan sesuatu hal yang penting di warung kopinya tersebut. Warung kopi ini memang awalnya berdiri karena keputusan Chandra Ekajaya untuk meninggalkan bangku kuliahnya saat masih semester tujuh di sebuah Universitas di Yogyakarta. Ia meninggalkan bangku kuliahnya tersebut karena ia merasa bahwa jurusan yang ia ambil saat itu tidaklah sesuai dengannya, selain itu juga memang faktor ekonomi juga menjadi faktor yang lain.

Bermula dari sebuah modal yang ia pinjam dari temannya sejumlah 30 juta, ia mulai mendirikan warung kopi ini. Pinjaman yang dilakukan oleh nya ini tentunya tidak mudah untuk didapatkan pada awalnya, karena memang nominalnya yang tidak sedikit sehingga membuatnya agak kesusahan dalam mendapatkan modal. Nasib baik mungkin sedang ia terima, salah satu teman dekatnya sejak kuliah semester satu dulu ternyata berbaik hati meninjamkan modal kepada nya. Temannya ini meminjamkan modal sebesar itu tanpa jaminan sedikitpun karena ia merasa bahwa teman yng sedang butuh memang harus dibantu.

Pada tahun 2012 lalu, ia mulai mendirikan warung kopinya itu, selama beberapa bulan ia membuka usahanya ini tentunya masih lah belum begitu ramai, apalagi persaingan yang sangat rapat untuk bisnis yang satu ini membuatnya sedikit susah dalam bersaing. Dengan bermodalkan ilmu marketing yang ia dapatkan dahulu saat masih menjadi mahasiswa aktif, akhirnya sedikit demi sedikit ia sudah mendapatkan pelanggan tetap di warung kopinya itu. Dalam jangka waktu setengah tahun ia sudah bisa mengembalikan modal setengah dari yang ia pinjam dari teman dekatnya semasa kuliah tersebut. Hingga suatu saat temannya sedang mendapat musibah dan mau tidak mau ia harus mengembalikan apa yang ia pinjam ini dalam jangka waktu setengah tahun lagi.

Dengan tangan kreatifnya itu, ia dapat mengubah buah manggis yang kaya manfaat menjadi olahan baru yang mempunyai banyak variasi dan tidak lepas dari identitas wrung kopinya itu. Dalam jangka waktu empat bulan saja ia dapat mengembalikan modal yang ia pinjam secara keseluruhan dan mulai menjalankan bisnis nya dengan tenang karena sudah terbebas dari tanggungannya terhadap temannya tersebut. Saat ini omset yang ia dapatkan dari warung kopi tersebut sudah lumayan besar, karena memang saat ini ia sudah mempunyai 3 cabang di Kendal, dan semuanya selalu ramai pengunjung, ditambah lagi dengan suasana asri dan ciri khas olahan manggis yang penuh manfaat ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*