Skandal Patrimonialisme Menteri Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya menerangkan bahwa setelah 18 tahun rezim reformasi berjalan, banyak sekali kebisingan politik yang menandai transisi demokrasi di Indonesia. Ia menyebut fenomena ini dengan sebutan skandal patrimonialisme. Sebab kegaduhan dan kebisingan politik tersebut tidak hanya berlangsung di jajaran elit politik saja, tetapi sudah menyentuh tingkatan akar rumput alias masyarakat.

Skandal politik yang menggunakan isu agama sebagai topik utamanya merupakan hal yang sangat berbahaya jika menyentuh akar rumput. Karena ditakutkan kejadian dan peristiwa yang mengerikan seperti tahun 1998 dan 1965 akan terulang kembali. Inilah yang membuat kekhawatiran para nasionalis semakin tinggi. Mereka semakin cemas.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya mengatakan bahwa skandal politik di tahun ini lebih canggih. Karena menggunakan manuver politik yang penuh dengan siasat dan strategi serta taktik saling kunci dan balas dendam. Kebisingan yang berlangsung secara terus menerus ini sangat merugikan rakyat Indonesia. Karenan nantinya mereka akan mudah disulut amarahnya mengenai hal apa pun.

Peran negara yang masih lemah membuat kegaduhan politik semakin menjadi. Hukum tidak mendapatkan penguatan. Sehinga proses hukum yang bisa berlangsung adil masih menjadi cita-cita belaka. Kemudian masyarakat masih memerlukan kepastian dari pemerintah mengenai keselamatan, kesehatan, dan pendidikan. Jadi skandal politik ini sebenarnya adalah skandal para elit politik yang kemudian merembet hingga ke akar rumput.

Menteri Chandra Ekajaya melihat skandal politik dari sudut pandang budaya politik. Skandal ini bisa disebut sebagai skandal yang berpola patrimonialistik karena kekuasaan justru bukan berada di tangan rakyat, melainkan tersentralisasi pada elit. Kemudian nepotisme besar-besaran pun terjadi karena distribusi kekuasaan hanya diberikan kepada jaringan teman dekat, kerabat, keluarga, atau pun kolega.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*