Yohanes Chandra Ekajaya Amati Awan

Yohanes Chandra Ekajaya Amati Awan 3

Sejak tahun 2014, Yohanes Chandra Ekajaya sangat tertarik dengan fenomena yang terjadi di dirgantara dan angkasa, terutama yang terjadi di negara Indonesia. Ia mengatakan bahwa sejak saat itu hingga kini banyak kejadian aneh terjadi. Misalnya saja ada dua jenis awan muncul pada satu waktu. Secara hukum fisika tentu saja ini hal yang aneh.

Yohanes Chandra Ekajaya Amati Awan 1
Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, setiap jenis awan mempunyai syarat-syarat tertentu untuk dapat muncul. Misalnya jenis awan cirrus. Awan jenis ini mempunyai syarat suhu dan tekanan tertentu. Berlaku juga untuk jenis awan yang lain. Maka sangat tidak mungkin akan muncul dua jenis awan secara bersamaan, karena setiap awan mempunyai syarat suhu dan tekanan tertentu untuk bisa muncul.

Hal yang menjadi perhatian dan sumber keheranan adalah bentuk-bentuk awan yang seakan-akan membentuk suatu wujud tertentu. Hal ini bisa disebut sebagai konfigurasi awan. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa saat masih kecil, anak-anak mempunyai imajinasi yang sangat hebat.

Yohanes Chandra Ekajaya Amati Awan 2
Mereka bisa mengasosiasikan atau menghubungkan bentuk-bentuk awan di langit dengan wujud hewan atau benda yang ada di bumi. Misalnya saja bentuk awan yang mirip dengan apel, beruang, rumah, dan sebagainya. Tetapi menurut Yohanes Chandra Ekajaya, seiring dengan bertambahnya usia, imajinasi tersebut memudar dan hilang. Bahkan orang dewasa hanya menganggap bentuk awan itu biasa saja.

Yohanes Chandra Ekajaya yang secara usia sudah bisa disebut dewasa mengatakan bahwa secara umum, ia akan melihat awan-awan di langit sebagai hal yang biasa saja, yang tidak membentuk suatu wujud atau menyerupai suatu apa pun. Tetapi anehnya sejak tahun 2014 awan-awan di langit mulai mewujud menjadi orang, hewan, atau benda yang dikenal sewaktu kecil.

Yohanes Chandra Ekajaya Amati Awan 3
Tidak jarang awan-awan di langit itu berkonfigurasi menjadi sosok atau tokoh di dunia pewayangan. Ada juga hewan-hewan mitologis yang muncul, seperti phoenix, naga, pegasus, unicorn, dan sebagainya. Bahkan Yohanes Chandra Ekajaya pernah melihat barisan awan di langit membentuk suatu kata atau kalimat menggunakan aksara Jawa. Tentu saja ini menjadi pertanyaan besar baginya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*