Yohanes Chandra Ekajaya Sambangi Sambarlangit

pengusaha yohanes chandra ekajaya kunjungi guru spiritualnya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Sambangi Sambarlangit

Setelah mencari jawaban akan segala pertanyaannya, Yohanes Chandra Ekajaya masih merasa kurang dan bahkan tidak puas akan pencariannya. Karena tidak sabar dan terus merasa gelisah, maka ia pun memutuskan untuk menyambangi sang kawan sekaligus gurunya, yaitu Ki Sambarlangit. Ia ingin mengetahui sebenarnya apa yang sedang terjadi, karena nafas zaman mulai berubah.

Beberapa minggu sebelumnya Yohanes Chandra Ekajaya mengamati gejala-gejala alam di seluruh dunia. Melalui internet ia bisa mengetahui fenomena apa sajakah yang terjadi di belahan dunia yang lain. Meskipun belum menemukan jawaban, tetapi ia tahu bahwa ada sesuatu yang janggal dan tidak beres sedang terjadi di dunia ini.

Dalam dunia spiritual maupun sains, baik wacana atau pun laku, Indonesia sedang dalam proses menghadapi sebuah kehancuran dan kebangkitan. Keduanya berlangsung secara bersamaan. Logika seperti inilah yang belum dimengerti oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Makanya ia ingin meminta penjelasan dari sang guru untuk menjabarkannya secara penuh dan detil kepada dirinya.

pengusaha yohanes chandra ekajaya kunjungi guru spiritualnya

Rasa frustasi dan depresi karena tidak mendapatkan jawaban membuat Yohanes Chandra Ekajaya kini bertubuh kurus. Meskipun ia masih kuat secara fisik, tetapi secara mental dan nalar membuatnya stres, karena itu ia memilih untuk menyerah dan memohon kejelasan akan jawaban kepada sang guru. Pintu rumah gurunya pun sudah terlihat.

Dari balik pintu tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya melihat sang guru sedang berkebun. Ia buru-buru mendekatinya dan menghaturkan sungkem dan salam. Sang guru yang sudah lama tidak melihat siswanya pun merasa haru dan bahagia. Tetapi ia merasa prihatin dengan kondisi siswanya yang sedang mengalami fase stres, depresi, dan frustasi karena belum menemukan jawaban dari perubahan zaman.

Ki Sambarlangit langsung menyuruh siswanya untuk membersihkan diri, kemudian beliau pun menyuruh Yohanes Chandra Ekajaya untuk makan. Setelah selesai makan dan terlihat kenyang, sang guru pun perlahan mulai memberikan pertanyaan dan wejangan. Beliau ingin tahu sebenarnya apa yang sudah dilakukan oleh siswanya dan sejatinya hal apa yang sedang dicarinya hingga membuatnya depresi dan frustasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*